logo-LKP1LKP Kesehatan

PMI Kota Surakarta memiliki LKP Kesehatan (Lembaga Kursus & Pelatihan) yang dikelola sepenuhnya oleh bagian PPSDM. Tujuan didirikannya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia didalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan, korban gawat darurat & korban bencana alam. LKP Kesehatan memiliki program pendidikan Nanny, Governess, Asisten Paramedis.

 

Visi

Menjadi  Lembaga Kursus & Pelatihan (LKP) Kesehatan PMI terus menerus meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan dalam menciptakan sumber daya manusia yang tanggap dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Misi

  • Mencetak tenaga tarampil dan profesional dalam waktu singkat.
  • Menciptakan SDM yang mandiri dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Memberikan manfaat kepada masyarakat.
  • Menjadi Lembaga Pendidikan Bidang Kesehatan terbaik di Indonsia.
  • Memepunyai lulusan yang berdaya saing Internasional.
AKBARA

merupakan Akademi D3 tenaga transfusi darah yang dikelola yayasan Peduli Mandiri Insani yang telah disahkan oleh Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dengan nomor 202/KPT/I/2016 tanggal 9 Juni 2016.

Selanjutnya
Asisten Paramedis

merupakan program pendidikan 1 tahun yang mendidik & melatih peserta tentang merawat orang tua, orang sakit & bayi dilengkapi keterampilan PP, RJP, ilmu farmasi, dll.

Selanjutnya
Perawatan Keluarga

Nanny & Governess merupakan program pendidikan perawatan keluarga selama 4 bulan yang mempelajari tentang bagaimana merawat bayi & anak di bawah umur 2-6 tahun.

Selanjutnya

The Highway to reach your Future

Kuliah 1 tahun Lulus Langsung Kerja

Testimoni Alumni

Alur Pendaftaran Siswa

alur pendaftaran siswa LKP PMI Solo

Pelatihan Penanganan Penderita Gawat Darurat

Pelatihan Penanganan Penderita Gawat Darurat (PPGD) adalah pelatihan tentang bagaimana menangani kasus-kasus kegawatdaruratan yang mengancam jiwa. Dalam menghadapi situasi kegawatan, diharapkan semua orang mampu memberikan pertolongan pertama dengan tepat, sehingga angka kematian dalam pemberian pertolongan pertama dapat diminimalkan.

Selanjutnya