PMI KAMPANYEKAN BIJAK PAKAI AIR DAN SIAP HADAPI GEMPA

Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan kampanye bijak pakai air dan kesiapsiagaan menghadapi gempa kepada korban gempa dan tsunami di posko pengungsian terpadu di Kelurahan Tipo Kecamatan Ulujadi, Palu, Kamis (1/11).

Menggunakan media berupa stiker dan spanduk yang ditempel dan dipasang di titik-titik pengungsian dihuni oleh 90 Kepala Keluarga (KK) ini.

“Sosialisasi bijak pakai air yang dilakukan PMI diantaranya mengajak warga dan pengungsi agar tidak boros memakai air caranya diantaranya, tidak mandi terlalu lama dan menggunakan air secukupnya,” kata Humas PMI, M. Nashir Jamaluddin, di sela-sela pemasangan dan penempelan stiker dan spanduk bijak pakai air dan keselamatan gempa di lokasi pengungsian terpadu di Kelurahan Tipo.

Menurut Nashir sudah pasti persediaan air bersih berkurang saat terjadi bencana di daerah manapun sehingga pola hidup hemat air harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bagi warga terdampak bencana, agar persediaan air yang ada dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dan meminimalisir air terbuang sia-sia.

“Kita juga mengkampanyekan keselamatan diri saat gempa yakni jangan panik saat merasakan gempa. Di stiker dan spanduk yang kami bagikan di situ tertulis langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan saat merakan gempa,”lanjiut Nasir.

Langkah-langkah yang harus dilakukan saat gempa dirasakan sambung Nasir diantaranya menjauh dari bangunan dan inrastruktur apapun yang dapat rusak dan terjatuh menimpa wilayah sekitar akibat gempa dan berusaha tetap tenag saat gempa.

“Kemudian berlari ke tanah lapang dan berusaha lari sejauh mungkin dari pesisir pantai untuk menghindari potensi tsunami yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi akibat gempa,”imbuh Nasir.

Sementar itut Ketua RW 2 Kelurahan Kamonji Rahmat mengaku saat ini ketersediaan air di titik pengungsian tersebut masih belum memadai sebab hanya ada satu kran air yang tersedia untuk selanjujtnya dialirkan ke belasan bak penampungan air sumbangan PMI dan sejumlah lembaga kemanusiaan yang ada di lokasi pengungsian tersebut.

“Hanya ada satu kran air di sini. Ada sumber air tapi jauh sekitar dua sampai tiga kilo dari sini. Kami sangat berharap mobil pengangkut air milik PMI dapat membantu kami menyalurkan air bersih ke sini. Tidak perlu bawa air, cukup ambil airnya di bak penampungan warga yang dekat dari lokasi pengungsian sini,”kata Rahmat.

Selain di Kelurahan Tipo, PMI juga melakukan kampanye bijak pakai air dan keselamatan gempa di Kabupaten Donggala diantaranya di Desa Loli Dondo. Di Desa Loli Dondo sebagin banyak rumah warga rata dengan tanah akibat terjangan tsunami sebab rata-rata rumah di desa tersebut dibangun  di bibir pantai.

 

Sumber : www.pmi.or.id

No Comments

Post a Comment