satganaBagi anggota Palang Merah Indonesia istilah Satgana sudah tidak asing lagi demikian juga perannya dalam membantu masyarakat yang tertimpa bencana. Seorang anggota Satgana tidak hanya sekedar nama dan selalu tertera di bagian belakang rompi yang dipakainya.

Kepanjangan dari Satgana PMI adalah Satuan Siaga Penanggulangan Bencana Palang Merah Indonesia. Tim Satgana adalah Tim yang dibentuk, dibina, dan dikerahkan PMI sebelum – selama – setelah bencana.

Bagaimana SATGANA PMI Solo?

PMI Solo yang merupakan bagian dari organisasi gerakan kepalangmerahan selalu meningkatkan pengetahuan, keterampilan di bidang Penanggulangan Bencana juga dalam hal pemberdayaan Satgana. Walaupun dengan egala keterbatasan dan kemampuan yang dimiliki PMI Solo telah banyak berkiprah di dalam Penanggulangan Bencana baik skala nasional maupun regional. Kepedulian terhadap terjadinya bencana di Indonesia juga memicu Tim Satgana untuk selalu mengembangkan diri.

[dt_sc_hr_invisible]

[dt_sc_one_half first]

Komposisi TIM SATGANA

Komposisi Tim Satgana terdiri dari :

1 orang komandan merangkap anggota, 1 orang wakil komandan merangkap anggota, 2 orang administrasi merangkap anggota, 26 orang anggota :

[dt_sc_fancy_ul style=”arrow” variation=”red”]

  • Regu pencari dan penyelamat 6 orang
  • Regu evakuasi dan penampungan darurat 10 orang
  • Regu bantuan sosial dan TMS 5 orang
  • Regu pelayanan kesehatan, sanitasi, dan penyediaan air bersih 5 orang

[/dt_sc_fancy_ul][/dt_sc_one_half]

[dt_sc_one_half]

Anggota Tim SATGANA

Adalah seseorang yang mempunyai ketrampilan tertentu, dan dapat dikerahkan sebagai tim Satgana terdiri dari :

[dt_sc_fancy_ul style=”arrow” variation=”red”]

  • Pengurus PMI
  • Relawan PMI (anggota KSR/TSR)
  • Pembina/pelatih PMR/KSR
  • Tenaga Kesehatan
  • Pegawai PMI
  • Masyarakat

[/dt_sc_fancy_ul][/dt_sc_one_half]

Peran dan Tugas SATGANA
1. Peran

Melaksanakan pelayanan Penanggulangan Bencana sesuai prosedur manajemen Penanggulangan Bencana(PB)

2. Tugas

[dt_sc_fancy_ul style=”arrow” variation=”red”]

  • Sebelum bencana dan Membantu melaksanakan kegiatan kesiapsiagaan bencana/pengurangan resiko
  • Selama bencana dan Melaksanakan tindakan tanggap darurat bencana secara efektif dan tepat waktu
  • Setelah bencana dan Membantu sumber daya setempat dalam upaya rehabilitasi dan pemulihan akibat dampak bencana.

[/dt_sc_fancy_ul]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *